Friday, June 23, 2006

Era Wajib Sepatu Warrior

Memasuki era tahun 1990-an, trend wajib untuntuk seragam sekolah adalah sepatu warrior. Berbagai merk dan bentuk sepatu hitam putih ini bisa di dapati di mana-mana, kenapa ??? karena wajib !!! Hampir seluruh sekolah, para siswanya menggunakan sepatu ini. Dan memang dengan bahan kain dan karet di bagian bawahnya, membuat sepatu ini bisa buat resmi (kegiatan pramuka, PMR), buat sport (Main basket, Badminton, Atletik) dan ekspedisi (Lintas alam / Sispala).
Menurut khabar yang redaksi ketahui saat ini (karena dulu mantan redaksi Mad
ing), sepatu warrior ini tidak menonjolkan perbedaan antara si kaya dan si miskin.
Kalau dilihat secara sekilas, memang semua sepatu warrior serupa, tapi tidak sama. Ada warrior palsu, yang cepat rusak (kalau diteliti, bagian putih di ujung sepatu tidak lancip dan lebih membulat), ada warrior yang asli, tahan lama dan lebih mahal sedikit daripada warrior palsu. Ada juga warrior 'borju' -mungkin tahun 1989 istilah itu belum ada- bermerek Converse. Anak pejabat, anak orang kaya atau anak yang punya saudara di luar negeri sering didapati memakai merek ini.
demikianlah kenangan penulis dengan sepatu ini sewaktu masih duduk di kelas 1 sma. Dan sepatu inilah yang mengukir beberapa prestasi penulis di sekolah.

Wednesday, June 21, 2006

LINTAS GENERASI....



LINTAS GENERASI....

Inilah gaya Bapak dan Anak kalo lagi berdua difoto....yang sebelah kiri Fotonya Buddy340 sewaktu umur 1 tahun dan disebelah kanannya adalah Alfi sewaktu umur 1 tahun juga...

Di dalam lingkaran adalah kondisi sekarang....

Lihat, betapa akrabnya dua orang berbeda generasi ini dalam satu pose....

Friday, June 16, 2006

Petualangan Lima Sekawan

Bacaan di era tahun 80-an yang paling favorit saat itu adalah Petualangan Lima Sekawan. Lima Sekawan ini terdiri dari Julian, Dick, Anne, sepupu mereka George dan tentu saja Timmy, anjing milik George.


Cerita pertualangan mereka di mulai saat orang tua Julian, Dick dan Anne memutuskan untuk mengirim mereka berlibur di rumah sepupu mereka Georgina. Orang tua Georgina adalah paman Quentin, seorang ilmuwan dan tante Fanny. Pada awalnya Georgina tidak menyukai sepupu-sepupunya dan hanya mau menyahut bila dipanggil George. Namun akhirnya mereka dapat bergaul dengan baik. Awal pertualangan mereka berlokasi di sekitar pulau Kirren yang merupakan milik keluarga George. Pertualangan mereka selanjutnya banyak berlokasi di daerah-daerah di Inggris saat mereka menghabiskan liburan musim panas dengan caravan atau camping di daerah pedesaan.

Yang nggak abis pikir selama membaca Novel-novel tersebut adaalah :
apa orang tuanya Julian/Dick/Anne nggak pernah kangen ama anak-anaknya? Bayangin aja, mereka bertiga khan sekolah di asrama yang berarti mereka jauh dari orang tuanya selama beberapa bulan, lha kok tiap libur malah liburan sendiri, kalo nggak di titipin di orangtuanya George, mereka dititipin ke pertanian atau kemah sendirian atau jalan-jalan pake caravan... rada janggal juga kalo dipikir.... udah gitu, dulu aku selalu kepikiran apa mereka tuh nggak mandi, nggak cuci baju... mungkin karena mereka memecahkan misteri, jadi kehidupan dan petualang mereka juga di penuhi dengan misteri.... hhhmmmm... mungkin juga yachh !!!

Film dari Tanah Jepang

Dari mulai era tahun 1978 - 80-an,
bermunculan berbagai macam jargon2x tanah jepang.
Sebagian dari mereka adalah manusia-manusia biasa yang bisa mengubah wujudnya dalam hitungan detik menjadi satria yang berbaju baja dan lengkap dengan peralatannya untuk menumpas musuh-musuh yang akan menghancurkan bumi. Mereka adalah: Gyaban, Sarvian, Megaloman, Voltus V, Goggle V, dll. Dan di era 90-an hingga sekarang, makin bermunculan trend-trend seperti itu, bahkan adik2x atau anak2x kita dengan bebas dan santai bisa menikmatinya di rumah.

Dahulu, pada hari minggu buru2x mandi kemudian kunpul di rumah teman yang punya video dan masuk kedalam rumah orang tersebut dengan membayar uang Rp. 50,- dan itu pun terbatas anak2xnya. Jadi kalau bangun kesiangan... mohon maaf bisa ketinggal cerita sang satra tersebut. Atau kalau teman punya plyer Video (model VHS), kita patungan untuk cari kasetnya. Wahhhhh........... setelah selesai menonton.... langsung pada teriak...!!! meniru gerakan sang satria jepang tersebut.
Masin karakter dan senjata andalannya masing2x. Kalau Gyaban dan Sarivan mempunyai kesamaan pedang pembelah langit. Siapa saja musuh yang terkena belahan tersebut langsung meledak. serta mereka mempunyai kendaraan hewan robot.
Megaloman, siapa anak2x di era 80-an yang tak kenal tokoh jagg-masing kesatria tersebut mempunyai berambut panjang dan bisa mengeluarkan api ini. Kehebatan dan kedasyatannya mampu menyedot dan menyaingi cerita2x dari gyaban dan sarivan, bahkan mereka lebih memilih menonton Megaloman dari pada tokoh2x tadi. memasuki pertengahan era 80-an, tokoh Voltus V dan Goggle V mulai membenamkan keperkasaan sang Megaloman ini.
Kehadiran dua sosok yang berjumlah lima orang ini serasa membawa warna baru dan cerita2x persahabatan antara mereka. Itulah sedikit ulasan dan kenangan penulis dengan hadirnya tokoh2x jagoan dari jepang ini dari era 1978 - 80-an.

Penulis : Rudi "XBart"

Wednesday, June 14, 2006

Era Breakdance tahun 1986-1987

Breakdance, tari kejang yang sangat populer di era tahun 80-an.Tarian yang dari tanah kelahirannya di Amerika Serikat lebih populer di kalangan anak jalanan ini, memang sempat lho jadi tren di kalangan anak muda indonesia pada era 1980-an. Pada saat itu banyak bermunculan penari-penari jalanan yang beraksi dengan alas kardus bekas dan Tape di bopong. Musik yang sering dipakai untuk breakdance --sebelum hip-hop-- adalah Zoolook.

Scene breakdance di Indonesia dulu dan sekarang jelas beda jauh. Jurus-jurus tariannya pun boleh dibilang belum berkembang alias itu-itu lagi. Contohnya, gaya tangan patah-patah yang sering banget dipakai. Jurus yang disebut up rock itu memang lebih berkembang ketimbang gerakan bawah yang jelas punya tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Bahkan saking mengidolanya tarian ini, sempat dibuat sebuah film yang berjudul "Gejolak Kawula Muda". Walau di bilang tarian keserupan, namun wabah tahun 1986 - 1987 ini pantang menyerah. Dengan barbagai asesorie seperti sarung tangan yang bolong jari2xnya, hingga bertandang ke perkumpulan Breaker yang menjadi rival. Berbagai gaya pun muncul seperti, Spin, Spider, Gaya Kaca, Jalan mundur ala Michele Jakcson hingga gaya gelombang ulat di lantai. Dan yang menjadi gaya paling tren di masa itu adalah GAYA ELECTRIK.

Tapi sayang, belum lagi para penari jalanan ini mahir menari kejang, tren breakdance perlahan hilang. Masuk ke era awal 1990-an, para breaker yang sering main di jalan2x pun berangsur-angsur tinggal kenangan. Namun bagi para mantan breaker, sisa-sisa kejayaan dan oleh tubuh mereka masih tetap ada. Walau usia tidak muda lagi, mungkin para breaker-breaker tersebut masih mampu memainkan gerakan2x yang membuat mereka terkenang lagi masa-masa jaya BREAKDANCE

Reporter : Rudi Fals (mantan Breaker era 80-an)

Boneka Si Unyil maskot tahun 80-an

Setiap Minggu pagi, pukul 9.30 wib, tak boleh ada kegiatan lain. Unyil segera beraksi di layar teve dan semua kegiatan harus berhenti.

Inilah legenda 80-an sejati khas Indonesia. Unyil adalah maskot era 80-an ala Indonesia. tentu kita masih ingat bagaimana riangnya hati saat pembaca susunan acara di awal program mengumandangkan "pada pukul sekian, Adik-adik dapat menyaksikan Panggung Boneka Si Unyil".

Unyil pun kerap tampil musikal. Jika masih ingat, Unyil dan kawan-kawan punya band bernama Band Dekil (bayangkan, sebuah desa dengan band lengkap untuk anak-anak SD!). Setiap perayaan (17 agustus atau Sumpah Pemuda), band Dekil kerap tampil di hadapan Pak Lurah, Ibu guru, dan petinggi-petinggi desa lainnya. Lagu hit Aku Anak Sehat bahkan sukses akibat dukungan Unyil dan kawan-kawan.

Si Unyil tentu saja tak beranjak tua dan tak pernah naik kelas, dibuktikan dengan seragam merah hati yang tak pernah berganti. Tokoh tua dalam si Unyil diwakili oleh Nenek Ijah dan Mbak Bejo. Pak Raden, meski termasuk tua, selalu menolak dikategorikan sebagai manula, dengan pengecualian saat undangan kerja bakti tiba!

Pada tahun 2001, bersama dengan Helmy Yahya, PPFN berusaha mengangkat kembali cerita boneka si Unyil ini ke layar kaca di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Si Unyil dipermodern, sarung dan peci ditinggalkan, tinggal di rumah model masa kini, dan ibunya tidak lagi memegang tampi kemana-mana karena sekarang sibuk berbisnis MLM. Sayang, usaha ini hanya menjadi suatu acara nostalgia bagi yang pernah mengalami kejayaan si Unyil. Dan bagi anak2 masa sekarang, cerita boneka si Unyil ternyata tidak mampu menarik perhatian mereka. Kalah dengan kartun2 impor dari jepang yang lebih ekspresif.

berita selengkapnya...

Space Ghost - 1976

Ini nich..... superhero idola ku waktu masih kecil. Di era akhir tahun 70-an, Tokoh ini menjadi idola ku sampai sekarang masih tetap aku ingat. Karena pertama kali belajar menggambar di tahun 1976 (umur 3 tahun) tokoh SpaceGhost, 2 asistennya dan seekor monyet serta pesawat antariksanya. Dan yang paling menyenangkan dari SpaceGhos adalah saat ia bisa menghilang dan terikan....Spaceeeee......Ghhhoooosssttt........ (kenangan tahun 1976)

Penulis : Rudi A57

Bapak dan Anak


ini foto gw dan Rafli.......
melihat masa kecil di diri anak ku

lihat betapa akrabnya bapak dan anak .... heee...heee.........

Foto diri masa kecil : Errudi Arrazak (A57)
dan Anaknya : Rafliansyah Aldiki Arrazak