Wednesday, June 14, 2006

Boneka Si Unyil maskot tahun 80-an

Setiap Minggu pagi, pukul 9.30 wib, tak boleh ada kegiatan lain. Unyil segera beraksi di layar teve dan semua kegiatan harus berhenti.

Inilah legenda 80-an sejati khas Indonesia. Unyil adalah maskot era 80-an ala Indonesia. tentu kita masih ingat bagaimana riangnya hati saat pembaca susunan acara di awal program mengumandangkan "pada pukul sekian, Adik-adik dapat menyaksikan Panggung Boneka Si Unyil".

Unyil pun kerap tampil musikal. Jika masih ingat, Unyil dan kawan-kawan punya band bernama Band Dekil (bayangkan, sebuah desa dengan band lengkap untuk anak-anak SD!). Setiap perayaan (17 agustus atau Sumpah Pemuda), band Dekil kerap tampil di hadapan Pak Lurah, Ibu guru, dan petinggi-petinggi desa lainnya. Lagu hit Aku Anak Sehat bahkan sukses akibat dukungan Unyil dan kawan-kawan.

Si Unyil tentu saja tak beranjak tua dan tak pernah naik kelas, dibuktikan dengan seragam merah hati yang tak pernah berganti. Tokoh tua dalam si Unyil diwakili oleh Nenek Ijah dan Mbak Bejo. Pak Raden, meski termasuk tua, selalu menolak dikategorikan sebagai manula, dengan pengecualian saat undangan kerja bakti tiba!

Pada tahun 2001, bersama dengan Helmy Yahya, PPFN berusaha mengangkat kembali cerita boneka si Unyil ini ke layar kaca di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Si Unyil dipermodern, sarung dan peci ditinggalkan, tinggal di rumah model masa kini, dan ibunya tidak lagi memegang tampi kemana-mana karena sekarang sibuk berbisnis MLM. Sayang, usaha ini hanya menjadi suatu acara nostalgia bagi yang pernah mengalami kejayaan si Unyil. Dan bagi anak2 masa sekarang, cerita boneka si Unyil ternyata tidak mampu menarik perhatian mereka. Kalah dengan kartun2 impor dari jepang yang lebih ekspresif.

berita selengkapnya...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home